Jumat, 04 Januari 2013

Menilik Sosialisasi Peraturan Kapolri yang Digelar Polres Pemalang

Becak Motor yang Beroperasi di Jalan Raya Bakal Dapat Tindakan Tegas

Fenomena adanya odong-odong dan becak bermotor (bentor) yang beroperasi di jalan Raya Kabupaten Pemalang menjadi bahan diskusi dalam agenda sosialisasi tiga Peraturan Kapolri (Perkap), belum lama ini di Aula Rekonfu Mapolres Pemalang. Apa yang mengemuka?

PADAHAL kita tahu pengurus paguyuban tukang becak bermesin mendatangi DPRD Pemalang lantaran saat melakukan becak motornya beroperasi sering dikejar-kejar dan dirazia oleh petugas lalu lintas. Hal ini karena keberadaannya dinilai telah melanggar aturan.

Saat berkunjung di gedung DPRD Pemalang, Koordinator Tukang becak bermesin, Edi Amin mengadukan permasalahan yang dihadapi para tukang becak bermesin. Karena, tidak bisa bebas beroperasi. Pihaknya sering dikejar-kejar petugas lalu lintas. Padahal menjadi tukang becak bermesin ini adalah usaha satu-satunya.

 “Kasihan para tukang becak bermesin itu. Mereka tidak bisa beroperasi sering jadi incaran petugas,” katanya.    
Berdasarkan hasil pendataan becak bermesin jenset di Kabupaten Pemalang tidak kurang 85 becak yang beroperasi. Masing-masing dari Kelurahan Sugihwaras Dukuh Tanjungsari, Desa Lawangrejo Kelurahan Widuri dan Desa Danasari.

Dalam diskusi di gedung Rekonfu  tersebut, salah satu personil menanyakan hal tersebut. Kasatlantas yang pada saat itu memimpin sosialisasi tiga Perkap mengungkapkan bahwa fenomena becak bermesin atau becak motor dan odong-odong bukan merupakan persoalan baru. Karena, menurutnya seantero Jawa Tengah kendaraan sejenis juga sudah bermunculan.

 Berdasarkan undang-undang (UU) dan Perkap kendaraan sejenis ini tidak diperbolehkan beroperasi di jalan raya. Selain itu, jika merunut pada aturan kendaran bermotor harus memiliki nomor kendaraan dan nomor mesin namun untuk becak motor dan odong-odong tersebut jelas tidak memiliki.

”Kalo ini nomor kendaraan dan mommor mesin tidak ada,” ungkapnya.

“Padahal setiap kendaraan bermotor wajib didaftarkan ke samsat,” tambah dia.
Karena tidak dilindung UU atau hukum itulah pihak lantas akan memberikan tindakan tegas jika kedapatan beroperasi di jalan raya. 

 “Selama ini kita sudah sosialisasikan bahwa kendaraan ini dilarang, saat selanjutnya akan ada tindakan atau represif,” ujarnya.

Selama ini pun, pihaknya sudah melakukan penindakan dengan tilang dan unit yang tertangkap tangan disita atau tahan. Selain itu dia mengungkapkan bahwa kendaraan ini juga tidak mendapatkan santunan jasa raharja.

 “Harapan saya tidak ada lagi yang beroperasi di jalan,” ungkapnya.

 Kepada masyarakat, dia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jasa kendaraan liar dan illegal ini. “Apabila naik kendaraan seperti itu di daerah wisata tidak dilarang, d ijalan umum yang dilarang,” ungkapnya.

Kepada pemilik becak bermotor tersebut, dirinya mengungkapkan jika ingin mengurus perijinan silakan berkoordinasi ke pusat, karena selama ini pun belum ada aturan perijinan terkait keberadaan becak motor tersebut. (*)

Kamis, 03 Januari 2013

Bahaya Memakai Celana Jeans Ketat



haloo sobat squad1 wah waktu jaman dulu pas celana jeans ketat lagi ngetrendnya pasti banyak nih yang sering make celana jeans ketat tapi untuk sekarang kayaknya sobat squad1 harus pikir- pikir lagi deh ya oke langsung aja sobat.. 

Celana ketat uda gak sengentrend dulu, tapi tahukah sobat squad1 resikonya bagi kesehatan kita kalau terlalu sering memakai celana ketat?

Modis dan fashionable sih boleh-boleh saja, tapi sobat squad1 harus mikir ulang lagi deh soalnya fatal banget bahayanya baik bagi wanita maupun pria, penggunaan celana ketat bisa berdampak negatif sobat squad1!.

Efeknya Bagi Organ Intim Wanita
Celana ketat khususnya berbahan jeans memang menjadi busana favorit dalam berbusana, tapi apa sobat squad1 tau bahwa celana jeans itu gak mudah menyerap keringat? nah timbunan keringat ini yang ada di sekitar daerah tersebut kerap menimbulkan masalah, antara lain timbulnya jamur, keputihan, ataupun gatal-gatal yang sangat mengganggu.

Bila hal ini dibiarkan terus menerus, maka akan menimbulkan gangguan jamur di sekitar organ intim wanita. Bila sudah menimbulkan jamur, maka dapat dipastikan seorang wanita akan mengalami berbagai gangguan.

Perlu diketahui bahwa jamur itu sangat suka suasana lembab. ia akan tumbuh subur. Nah jika menggunakan celana ketat jeans otomatis daerah lipatanya akan menjadi lembab apalagi jika dipakai seharian itulah salah satu yang menjadi munculnya keputihan.oke yang di atas tadi buat perempuan tapi gimana buat laki-laki apa ngaruh?

Bisa Bikin Pria Jadi Mandul?
Kurang lebih sama saja dengan wanita, penggunaan celana ketat bisa menimbulkan ‘kekurangan udara’ terutama kepada organ vital.

Umumnya suhu udara yang kondusif untuk organ vital normalnya sampai 36,5 derajat celcius, namun saat memakai celana ketat, suhu udarapun naik menjadi 37 derajat celcius. Kondisi yang panas ini sangat berbahaya buat sperma. Sebuah penelitian membuktikannya dengan mengambil sampel pria yang suka mengenakan celana ketat. Jumlah sperma yang diproduksi biasanya 60 juta permilimiter, dengan menggunakan celana ketat jumlah sperma turun drastic sepertiganya, yakni 20 juta permililiter.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata masalahnya terletak pada skrotum. Suhu yang tidak normal pada skrotum karena celana jeans ketat bisa berakibat buruk pada kualitas sperma loh sobat squad1 kenapa? karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar di sekitar Organ vital. Ini akan menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma, dan bila diteruskan akan menjadi gatal dan akan menjalar ke bagian buah zakar.

Ujung-ujungnya pun akhirnya terletak pada kesuburan sobat, walaupun secara genetik sobat termasuk keturunan yang subur, tetapi dengan kebiasaan penggunaan celana jeans ketat bisa menurunkan kualitas kesuburan sobat!.

nah udah tau kan sekarang? gimana masih mau pakai celana jeans ketat atau milih kesehatan diri sendiri dan masa depan anak cucu kita hehehehe....

oke sekian moga bisa membantu pengetahuan sobat ya :)

Rabu, 02 Januari 2013

Mencontek dan Bahayanya

Kata mencontek mungkin sudah tidak asing lagi bagi pelajar. Setiap orang pasti ingin mendapat nilai yang baik dalam ujian dan sudah tentu berbagai macam cara dilakukan untuk mencapai tujuan itu. Masalah mencontek selalu terkait dengan tes atau ujian. Banyak orang beranggapan mencontek sebagai masalah yang biasa saja, namun ada juga yang memandang serius masalah ini.

Fenomena ini sering terjadi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah atau madrasah, tetapi jarang kita dengar masalah mencontek dibahas dalam tingkatan atas, cukup diselesaikan oleh guru atau paling tinggi pada tingkat pimpinan sekolah atau madrasah itu sendiri.

Mencontek sudah mendarah daging pada diri siswa. Trik-trik cerdik yang diciptakan para anak-anak bangsa telah dilakukan turun-temurun, bahkan dijadikan sebagai tradisi. Ide-ide baru demi “usaha” mereka pun semakin banyak bermunculan. Tentu saja hal ini membuat para guru atau fasilitator resah.

Sudah dimaklumi bahwa orientasi belajar siswa-siswi di sekolah hanya untuk mendapatkan nilai tinggi dan lulus ujian, lebih banyak kemampuan kognitif dari afektif dan psikomotor, inilah yang membuat mereka mengambil jalan pintas, tidak jujur dalam ujian atau melakukan praktik mencontek.

Proses belajar yang orientasinya hanya untuk mendapatkan nilai menurut Megawangi (2005), biasanya hanya melibatkan aspek kognitif (hafalan dan drilling), dan tidak melibatkan aspek afektif, emosi, sosial, dan spiritual. Memang sulit untuk mengukur aspek-aspek tersebut, sehingga bentuk soal-soal pasti hafalan atau pilihan berganda (kognitif). Pelajaran agama, PKn, dan musik yang seharusnya melibatkan aspek afektif, ternyata juga di “kognitifkan” (hafalan) sehingga tidak ada proses refleksi dan apresiasi.

Menghafal buku teks (yang memang diwajibkan untuk bisa menjawab soal ujian) adalah skill yang paling tidak penting bagi manusia. Mereka hanya dididik menjadi robot: tidak ada inisiatif dan pasif. Manusia ini biasanya tidak dapat berpikir kritis dan tidak dapat menganalisis permasalahan, apalagi mencari solusinya, sehingga mudah dipengaruhi dan diprovokasi untuk melakukan hal-hal yang negatif. (Megawangi, 2005).

Akibat mencontek, kreativitas siswa menjadi terhambat. Padahal kreativitas sangat diperlukan dalam dunia pendidikan. Kreativitas para siswa yang tinggi, bisa membangun jati diri mereka sendiri bahkan mengharumkan nama bangsa dan negara. Tanpa kreativitas, membangun negara yang cerdas adalah mustahil.
Kemandirian siswa juga diperlukan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Jika para siswa masih belum menyadari kebiasaannya untuk tidak mencontek, mungkin akan sulit untuk mengubahnya. Sehingga hanya bergantung pada orang lain ataupun alat-alat yang berperan dalam aktivitas mencontek.

Tentu saja kecerdasan otak siswa tidak berkembang. Otak perlu diasah agar dapat bekerja dengan baik. Mencontek tidak ada manfaat apa-apa untuk kecerdasan otak. Tanpa mencontek, kita bisa melatih dan mengasah otak dengan hal-hal yang berguna.

Menurut Poedjinoegroho (2006), dampak yang timbul dari praktik mencontek yang secara terus-menerus dilakukan akan mengakibatkan ketidakjujuran. Jika tidak dihilangkan, niscaya akan muncul malapetaka: peserta didik akan menanam kebiasaan berbuat tidak jujur, yang pada saatnya nanti akan menjadi kandidat koruptor.

Menurut Vegawati, Oki dan Noviani (2004), pada saat dorongan tingkah laku mencontek muncul, terjadilah proses atensi, yaitu muncul ketertarikan terhadap dorongan karena adanya harapan mengenai hasil yang akan dicapai jika ia mencontek. Pada proses retensi, faktor-faktor yang memberikan atensi terhadap stimulus perilaku mencontek itu menjadi sebuah informasi baru atau digunakan untuk mengingat kembali pengetahuan maupun pengalaman mengenai perilaku mencontek, baik secara maya (imaginary) maupun nyata (visual).

Jika masalah mencontek ini masih dianggap sepele oleh semua orang, tidak ada respons dan tanggapan dari guru, kepala sekolah, pengawas, dinas pendidikan, para pakar pendidikan, dan pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan, penulis pesimis dunia pendidikan tidak akan maju dan mungkin orang-orang yang tidak jujur akan bekerja di semua sektor kehidupan.

Karena adanya kesempatan, aktivitas mencontek menjadi leluasa untuk dilakukan. Pengawasan guru yang renggang menjadi lebih mudah dalam melakukan “usaha” mereka. Siswa memiliki motto sendiri, “posisi menentukan prestasi”. Tempat duduk yang kurang diawasi adalah kesempatan yang diinginkan oleh siswa. Sehingga mencontek pun dengan mudah dilakukan tanpa adanya risiko.

Mencontek dapat dihilangkan dengan kesadaran siswa sendiri. Dengan memandang ke depan dan memikirkan risiko apa yang akan mereka dapat. Nasihat-nasihat dari guru atau fasilitator perlu diberikan kepada murid-muridnya. Kakak-kakak kelas yang menjadi panutan pun harus menyadari risiko dari mencontek.

Berkreasi akan menyenangkan apabila dilakukan secara mandiri dan atas pemikiran kita sendiri. Dengan tidak mencontek, kita bisa mengukur seberapa kemampuan yang dimiliki, sehingga bisa ditingkatkan melalui proses yang mungkin tidak mudah. Usaha melalui proses yang kita lakukan pasti akan membuahkan hasil yang membanggakan dari pada usaha instan yang dilakukan tanpa adanya proses dari diri kita sendiri.

Selasa, 01 Januari 2013

Kesadaran masyarakat masih kurang akan tata tertib lalu lintas



Lokasinya di daerah palsigunung depok . Saya masih prihatin dengan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas . Masyarakat malah bangga telah melanggar peraturan yang telah di tujukan pengguna jalan . Seharusnya pihak yang berwenang lebih tegas lagi kepada masyarakat yang telah melanggar lalu lintas . Hukum itu bukan hanya untuk pajangan semata yang hanya tertulis diatas selembar kertas putih .

Apa guna simbol-simbol lalu lintas yang tertera di jalan . Apakah kurang simbol-simbol itu . Andaikan saja masyarakat sadar akan tata tertib lalu lintas . Faktor kurangnya kesadaran masyarakat akan tata tertib lalu lintas yaitu , pendidikan yang kurang dan umur yang masih labil dalam mengendarai kendaraan roda 2 atau pun roda 4 .

Senin, 31 Desember 2012

Disiplin Dalam Kerja

Pekerjaan adalah satu keperluan yang teramat penting kepada manusia. Kehidupan kita bergantung kepada kerja. Ini kerana ia merupakan sumber ekonomi untuk keperluan. Pekerjaan juga boleh mengangkat status dan pengiktirafan seseorang individu dalam masyarakatnya. Selain itu, pekerjaan juga meletakkan nilai dan harga diri seseorang.

Agama amat menggalakkan setiap penganutnya bekerja dan tidak meminta-minta. Ia merupakan tuntutan yang perlu dilaksanakan dengan jujur dan amanah. Dengan pekerjaan inilah kita dapat memberi nafkah untuk diri dan keluarga di samping membangun ekonomi bangsa serta negara.

Lazimnya, kebanyakan mereka yang berjaya adalah orang yang berdisiplin dalam kerja. Dengan memiliki disiplin membolehkan seseorang itu menjadi pekerja yang berkreativiti dan berkualiti. Untuk menjadi pekerja yang berkreativiti dan berkualiti ini memerlukan banyak kemahiran dan pengalaman. Ia hanya diperoleh dengan adanya DISIPLIN.

Saya ingin kongsikan 5 tip secara ringkas untuk menjadi pekerja yang disiplin. Saya menggunakan perkataan KERJA tersebut sebagai pecahan kepada 5 tip untuk disiplin dalam kerja:-

K – Kerjaya
Mengapa kita memilih perkerjaan tersebut?… Jawapan ada dalam diri kita masing-masing. Jawapan itulah yang akan menentukan hala tuju kita dalam kerja kita. Kita perlu insaf bahawa masih ramai yang tidak mempunyai pekerjaan. jadikan kerja kita sebagai kerjaya. Ini bermakna kerja itu sebagai anugerah rezeki yang dikurniakan kepada kita yang perlu dijaga. Apabila kita sedar bahawa kerja ini adalah sumber rezeki berbanding mereka yang menganggur. Maka, semestinya kita menghargai kerjaya kita. Dengan ini, kita ada matlamat yang jelas dalam kerja kita. Untuk mencapai matlamat tadi kita perlu ada DISIPLIN .

E - Empati
Empati di sini bermakna kita merasai, menjiwai dan sedar akan kerja yang kita lakukan. Ada sebahagian pekerja bekerja hanya mengikut keadaan dan terpaksa. Ini menyebabkan wujud sikap negatif dan rasa tertekan terhadap pekerjaan yang dilakukan. Dengan ini, motivasi terhadap kerja akan berkurangan. Sikap empati pula akan memberi kekuatan dalaman kepada kita. Apabila kita menghayati dan menjiwai bahawa kerja itu sebagai satu ibadah dan jihad kehidupan. Maka, kita akan bekerja dalam keadaan terancang serta sayang kepada pekerjaan tersebut. DISIPLIN terhadap kerja kita akan meningkat.

R - Rasional dan rajin
Kita perlu sedar kenapa kita memilih sesuatu pekerjaan tersebut. Ia akan memudahkan kita membuat keputusan dan penilaian yang betul. Rasional di sini bermakna kita memilih pekerjaan tersebut berpandukan minat, kelayakan dan kebolehan kita. Sebahagian pekerja hanya bekerja kerana ingin mendapatkan wang (gaji) semata-mata. Ini akan wujud sikap menjalankan kerja sambil lewa dan tidak bersungguh-sungguh. Apabila kita sedar rasional kita memilih pekerjaan tersebut maka, penumpuan dan minat terhadap kerja tadi akan lahir. Dengan ini, kita akan rajin bekerja untuk mendapat kepuasan dalam pekerjaan tadi. DISIPLIN kerja kita juga akan meningkat.

J – Jujur
Sikap jujur terhadap kerja amat penting bagi meningkatkan kualiti serta peribadi diri. Saban hari kita didedahkan dengan berita pekerja pecah amanah…ponteng kerja…rasuah… ini kerana kesedaran terhadap tanggungjawab bekerja tidak ada dalam diri individu tersebut. Kejujuranlah yang akan membentuk keperibadian individu tersebut dalam masyarakatnya. Masyarakat akan menilai dan meletakkan penghargaan yang tinggi kepada pekerja yang jujur. Untuk menjadi seorang yang jujur, ia memerlukan DISIPLIN yang tinggi.

A - Amal dengan penuh amanah
Amalkan sikap ceria melalui senyuman, menyeronokkan dan bertolak ansur dalam melaksanakan kerja. Ia akan membantu penampilan diri kita. Kerja yang diamanahkan perlu dilaksanakan dengan rasa tanggungjawab yang tinggi. Dengan ini, perkara negatif dapat dihindari dari diri kita. Amalkan (lakukan) kerja tadi dengan ilmu, kepakaran, kebolehan serta minat kita. Ia akan mewujudkan keyakinan diri untuk kita laksanakan tugas. Segala ilmu pekerjaan yang dimiliki perlu kita amalkan untuk mempertingkatkan produktiviti dan kualiti kerja kita. Maka akan wujudlah DISIPLIN dalam kerja.

Kesimpulannya, pekerjaan merupakan satu jaminan masa depan. Tidak kira apa pun jawatannya, ia tetap memerlukan sumber ekonomi (wang).  Orang yang tidak mempunyai pekerjaan sering dipandang hina oleh masyarakat. Orang yang bekerja perlu membina kerjayanya supaya sentiasa maju dan berjaya. Oleh itu, untuk berjaya dalam kerjaya, ia memerlukan DISIPLIN dalam kerja.

Ini merupakan pandangan penulis. Pembaca budiman diminta menyatakan pendapat, komen dan teguran jika tersasar daripada matlamat.

Minggu, 30 Desember 2012

AYAM MASAK KICAP PEDAS



Bahan: ( 5- 6 orang)


  • 1/2 Ekor ayam - potong & bersihkan, gaul garam kunyit goreng jgn terlalu garing
  • 1/4 cawan kicap manis
  • 1 keping asam gelugur
  • 1 labu bawang besar - hiris bulat gelang
  • 1 biji cili hijau - belah 4
  • 1 biji cili merah - belah 4
  • 1 1/2 - 2 sb. gula
  • 1/3 cawan air
  • garam secukup rasa
  • sedikit minyak untuk menumis
Bahan Tumbuk dan Tumis:-
  • 2 sb cili kering kisar
  • 3 biji bawang merah - ditumbuk
  • 2 ulas bawang putih - ditumbuk
  • 1 inci halia - ditumbuk
  • 1 sk jintan manis - ditumbuk
  • 1/2 sk jintan putih - ditumbuk
  • 1 batang serai - diketuk
  • 1 batang kulit kayu manis
  • 1 kuntum bunga lawang
  • 2 kuntum bunga cengkih
Cara-Cara:-
  1. Panaskan minyak dalam kuali, perlahankan api dan tumiskan bahan2 tumbuk dan kisar, kulit kayu manis, lawang, cengkih dan serai. Kacau hingga naik bau dan cili kisar garing sedikit.
  2. Masukkan ayam, kacau rata sebentar.
  3. Tambahkan kicap dan gaul rata...Masukkan sedikit air dulu..Biar ayammesra dengan kicap.
  4. Masukkan pula asam gelugur dan tambahkan sedikit air jika perlu.
  5. Tambahkan garam dan gula secukup rasa.
  6. Akhir sekali bila ayam telah empuk, masukkan bawang besar dan cili merah dan hijau...Kacau  sekejap dan angkat.
  7. Hidangkan dengan nasi panas2...