Minggu, 06 Januari 2013

:::: PENGABDIAN ISTRI YANG RELA DI MADU ::::

Foto: :::: PENGABDIAN ISTRI YANG RELA DI MADU ::::

Aku begitu syukur mengenal mas ariel,dia suami yang benar2 mencintaiku dan menerima aku apa adanya,kami menikah dan menempati rumah pemberian ibuku.

Pernikahan kami sudah memasuki tahun ke 10,tp tanda2 kehamilan itu tak pernah aku dapatkan doa dan periksa ke dokter sering kami lakukan tp tuhan belum mempercayakan merawat seoarng bayi untuku.

Hingga suatu hari aku dan mas ariel jalan2 ke kota,kami bertemu teman lama kami,mereka sudah memilik dua anak,tampa kami sadari mereka bertanya kapan kami mempunyai seorang anak karena umur kami yang semakin tua,mas ariel hanya bisa tersenyum tampa membalas,ku lihat di raut wajahnya begitu bahagianya dia melihat anak teman kami bermain dengan lincahnya.
Hatiku perih melihat itu semua,tp aku tak sanggup untuk melakukan apa2,karena aku tau ini semua sudah takdir.

Semenjak pertemuan dengan temanku itu,ku lihat mas ariel sering melamun dan menyendiri,dia lebih sering menghabiskan waktu di rumah orang tuanya hanya untuk bercanda dengan keponakanya,aku pun tak bisa melarang,mas ariel telah berubah dia semakin jauh denganku suamiku telah hilang kehangatanya dalam rumahku.

Waktu jam menunjukan 12,mas ariel belum tidur juga ku lihat dia melihat majalah anak2 sambil tersenyum sendiri,
Aku hanya bisa meratapi ini semua,sehingga mendorongku ingin aku menyuruh mas ariel menikah lagi.

" Menikahlah..siapa tau buah hati itu akan mas dapatkan,maafkan aku yang belum bisa memberimu seorang anak.." ujarku..tampa aku sadari suamiku memeluku dia menangis dia tumpahkan persaan yang selama ini mengganjal di hatinya,dia iri melihat teman2nya bermain dan menggendong seorang anak.
Seketika kami pun bertangis2an,semenjak itu aku pun mendorong suamiku menikah lagi,asal janji jangan pernah ceraikan aku nanti.

Setelah beberaa bulan

Suamiku menemukan tambatan hati barunya,dia wanita janda yang memilki 2 anak dengan suaminya yang dulu,kini baru ku tahu wanita itu mantan pacar SMA suamiku dulu.Pernikahan itu pun terjadi di rumahku.aku hanya bisa mengintip di balik kelambu kamarku,di saksikan keluarga mas ariel dan keluarga wanita itu..pernikahan yang sederhana itu terlihat begitu bahagia,
Ku intip suamiku saat ijab kabul..aku hanya bisa bisa menahan tangis takut orang lain tau dan selesai pernikahan itu ku lihat mas ariel masuk berdua dengan istrinya di kamar sebelah kamarku tampa menoleh ke aku.
Lagi2 aku hanya bisa menangis di kamar sendirian.

3 Bulan pernikahan itu

Ku dengar kabar istrinya hamil.ku lihat suamiku bergembira bahagia..ku ucap selamat pada suamiku beserta istrinya..iya kami memang tinggal serumah tp aku berusaha baik terhadap maduku.
Hinggal kehamilan yang ke tiga,suamiku mendapatkan pekerjaan di kantor negara..kebahagian kami berlimpah ruah.
Tapi sayang,semua kebahagiaan itu tak pernah aku rasakan karena suamiku tiba2 berubah,sikapnya dingin terhadapku tp tidak dengan wanita itu ,suamiku semakin sayang dengan dia karena kehamilan dia yang semakin besar karena itulah wanita itu semakin tak terkendali...dia semakin ingin menguasai segala hal di rumah kami dia akan marah jika suamiku menyapaku dia akan marah jika uang bulanan di serahkan ke padaku,dia akan marah jika aku terlambat bangun untuk membikinkan sarapan untuk merek,aku akan di maki bilah mencuci pakaian mereka kurang bersih.
Mengetahui ini semua suamiku hanya diam tampa membelaku sedikitpun..
Kini aku merasa bagaikan budak di rumahku sendiri.
aku tak sanggup untul melawan karena aku yakin suamiku akan manyalahkan aku.
Tampa ku sadari..hari itu saat aku membersihkan lantai ku lihat wanita itu berjalan ke luar dr kamarnya aku teriak ku kasih tau lantai itu masih basah tpi terlambat dia terjatuh dan mengalami pendarahan seketika wanita itu teriak dan mengatakan aku sengaja ingin membunuh bayi mereka,,mas ariel yang kaget dan keluar dri kamar seketika menolong wanita itu dan mengangkatnya masuk ke kamar ku lihat di ke dua kakinya mengeluarkan darah,tampa aku sadari mas ariel datang menghampiriku dia menamparku dan menendangku hingga aku jatuh tersungkur dengan teriak dia katakan aku sengaja ingin membunuh bayi nya karena aku iri..
Ya allah cobaan apa lagi ini,aku tak sanggup membela karena karena itu tak berguna aku hanya bisa menangis tersungkur di tanah,tendangan demi tendangan aku terima kemarahan mas ariel membuat dia kalap,aku hanya bisa diam dan menangis sambil meminta maaf tp tak di hiraukan.
pukulan dan tendangan itu berhenti seketika setelah Ambulance datang.sebelum berangkat ke rumah sakit ku dengar ancaman mas ariel " awas jika terjadi sesuatu sama anaku,ku ceraikan kamu.." seketika runtuh hati ini,air mata ini jatuh bak air terjun yang deras..

Kini aku baru tahu,tak ada gunanya aku bertahan,dengan sisa uang yang aku miliki aku pun bergegas ke salah satu penampungan di kotaku,kini aku hanya bisa berdoa semoga mereka bahagia tampa aku di tengah2 mereka.
Dan ku dengar lagi kabar bayi mereka lahir prematur tp ku ucap syukur bayi itu sehat2 saja.

Semoga kau bahagia mas ariel dengan istri dan anakmu,biarlah aku jalani hidup sendiri di perantuan nanti.

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ...

Aku begitu syukur mengenal mas ariel,dia suami yang benar2 mencintaiku dan menerima aku apa adanya,kami menikah dan menempati rumah pemberian ibuku.

Pernikahan kami sudah memasuki tahun ke 10,tp tanda2 kehamilan itu tak pernah aku dapatkan doa dan periksa ke dokter sering kami lakukan tp tuhan belum mempercayakan merawat seoarng bayi untuku.

Hingga suatu hari aku dan mas ariel jalan2 ke kota,kami bertemu teman lama kami,mereka sudah memilik dua anak,tampa kami sadari mereka bertanya kapan kami mempunyai seorang anak karena umur kami yang semakin tua,mas ariel hanya bisa tersenyum tampa membalas,ku lihat di raut wajahnya begitu bahagianya dia melihat anak teman kami bermain dengan lincahnya.

Hatiku perih melihat itu semua,tp aku tak sanggup untuk melakukan apa2,karena aku tau ini semua sudah takdir.

Semenjak pertemuan dengan temanku itu,ku lihat mas ariel sering melamun dan menyendiri,dia lebih sering menghabiskan waktu di rumah orang tuanya hanya untuk bercanda dengan keponakanya,aku pun tak bisa melarang,mas ariel telah berubah dia semakin jauh denganku suamiku telah hilang kehangatanya dalam rumahku.

Waktu jam menunjukan 12,mas ariel belum tidur juga ku lihat dia melihat majalah anak2 sambil tersenyum sendiri,
Aku hanya bisa meratapi ini semua,sehingga mendorongku ingin aku menyuruh mas ariel menikah lagi.

" Menikahlah..siapa tau buah hati itu akan mas dapatkan,maafkan aku yang belum bisa memberimu seorang anak.." ujarku..tampa aku sadari suamiku memeluku dia menangis dia tumpahkan persaan yang selama ini mengganjal di hatinya,dia iri melihat teman2nya bermain dan menggendong seorang anak.
Seketika kami pun bertangis2an,semenjak itu aku pun mendorong suamiku menikah lagi,asal janji jangan pernah ceraikan aku nanti.

Setelah beberaa bulan

Suamiku menemukan tambatan hati barunya,dia wanita janda yang memilki 2 anak dengan suaminya yang dulu,kini baru ku tahu wanita itu mantan pacar SMA suamiku dulu.Pernikahan itu pun terjadi di rumahku.aku hanya bisa mengintip di balik kelambu kamarku,di saksikan keluarga mas ariel dan keluarga wanita itu..pernikahan yang sederhana itu terlihat begitu bahagia,

Ku intip suamiku saat ijab kabul..aku hanya bisa bisa menahan tangis takut orang lain tau dan selesai pernikahan itu ku lihat mas ariel masuk berdua dengan istrinya di kamar sebelah kamarku tampa menoleh ke aku.
Lagi2 aku hanya bisa menangis di kamar sendirian.

3 Bulan pernikahan itu

Ku dengar kabar istrinya hamil.ku lihat suamiku bergembira bahagia..ku ucap selamat pada suamiku beserta istrinya..iya kami memang tinggal serumah tp aku berusaha baik terhadap maduku.
Hinggal kehamilan yang ke tiga,suamiku mendapatkan pekerjaan di kantor negara..kebahagian kami berlimpah ruah.

Tapi sayang,semua kebahagiaan itu tak pernah aku rasakan karena suamiku tiba2 berubah,sikapnya dingin terhadapku tp tidak dengan wanita itu ,suamiku semakin sayang dengan dia karena kehamilan dia yang semakin besar karena itulah wanita itu semakin tak terkendali...dia semakin ingin menguasai segala hal di rumah kami dia akan marah jika suamiku menyapaku dia akan marah jika uang bulanan di serahkan ke padaku,dia akan marah jika aku terlambat bangun untuk membikinkan sarapan untuk merek,aku akan di maki bilah mencuci pakaian mereka kurang bersih.
Mengetahui ini semua suamiku hanya diam tampa membelaku sedikitpun..
Kini aku merasa bagaikan budak di rumahku sendiri.
aku tak sanggup untul melawan karena aku yakin suamiku akan manyalahkan aku.

Tampa ku sadari..hari itu saat aku membersihkan lantai ku lihat wanita itu berjalan ke luar dr kamarnya aku teriak ku kasih tau lantai itu masih basah tpi terlambat dia terjatuh dan mengalami pendarahan seketika wanita itu teriak dan mengatakan aku sengaja ingin membunuh bayi mereka,,mas ariel yang kaget dan keluar dri kamar seketika menolong wanita itu dan mengangkatnya masuk ke kamar ku lihat di ke dua kakinya mengeluarkan darah,tampa aku sadari mas ariel datang menghampiriku dia menamparku dan menendangku hingga aku jatuh tersungkur dengan teriak dia katakan aku sengaja ingin membunuh bayi nya karena aku iri..

Ya allah cobaan apa lagi ini,aku tak sanggup membela karena karena itu tak berguna aku hanya bisa menangis tersungkur di tanah,tendangan demi tendangan aku terima kemarahan mas ariel membuat dia kalap,aku hanya bisa diam dan menangis sambil meminta maaf tp tak di hiraukan.
pukulan dan tendangan itu berhenti seketika setelah Ambulance datang.sebelum berangkat ke rumah sakit ku dengar ancaman mas ariel " awas jika terjadi sesuatu sama anaku,ku ceraikan kamu.." seketika runtuh hati ini,air mata ini jatuh bak air terjun yang deras..

Kini aku baru tahu,tak ada gunanya aku bertahan,dengan sisa uang yang aku miliki aku pun bergegas ke salah satu penampungan di kotaku,kini aku hanya bisa berdoa semoga mereka bahagia tampa aku di tengah2 mereka.
Dan ku dengar lagi kabar bayi mereka lahir prematur tp ku ucap syukur bayi itu sehat2 saja.

Semoga kau bahagia mas ariel dengan istri dan anakmu,biarlah aku jalani hidup sendiri di perantuan nanti.

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar